“When you are inspired by some great purpose,
some extraordinary project,
all your thoughts break their bonds:
Your mind transcends limitations,
your consciousness expands in every direction,
and you find yourself in a new, great, and wonderful world.
Dormant forces, faculties and talents become alive,
and you discover yourself
to be a greater person by far
than you ever dreamed yourself to be.”
- – Patanjali
shared by Andre.S, one of my high school best friend, 26.11.08
selama manusia itu masih punya kebutuhan, keinginan, dan harapan, selalu ada bisnis baru untuk dimulai dan dijalankan !
PERSEVERE
Drive the nail aright boys,
Hit it on the head !
Strike with all your might boys,
While the iron’s red.
When there’s work to do boys,
Do it with a will.
Those who reach the top boys,
First must climb the hill.
Standing at the foot boys,
Gazing at the sky.
How can you get up boys,
If you never try.
Though you stumble oft boys,
Never be downcast.
Try and try again boys,
You’ll succeed at last!
shared by Mr. Ronald Iskandar, my SMA english teacher, circa 1990
Tanggal 4-5 November kemarin saya beruntung bisa ikut mendampingi ayah saya untuk menerima satyalencana pembangunan di Jakarta.
Karena dalam kesempatan itu saya bisa bertemu dan berkenalan dengan para penerima lencana lainnya, orang-orang hebat dari beberapa wilayah di Indonesia yang secara konsisten telah berkarya dan membuat prestasi luar biasa di bidang lingkungan hidup.
Beberapa pelajaran penting yang bisa saya serap dari mereka semua ini antara lain :
1. Mereka semua melakukan pekerjaannya dengan tulus dan tanpa pamrih, tanpa mencari keuntungan pribadi atau mengejar penghargaan/pujian dari pihak lain.
Justru dengan begitulah, mereka malah mendapatkan berbagai penghargaan maupun keuntungan.
2. Siapa saja yang peduli pada alam dan lingkungan hidup, mau bersusah payah menjaga, melindungi dan memelihara kelestariannya, mau berjuang tanpa kenal takut, lelah, bosan atau putus asa untuk mengatasi masalah-masalah lingkungan yang tidak dilihat dan dipedulikan oleh orang lain, pada akhirnya akan diangkat derajatnya oleh Allah swt lebih tinggi daripada orang kebanyakan.
Maka benar sekali apa yang pernah diucapkan oleh Rasulullah saw. : sayangi apa yang ada di muka bumi, maka yang ada di langit akan sayang kepadamu.
3. Bidang lingkungan hidup dengan segala permasalahannya ternyata menyediakan begitu banyak peluang kerja dan entrepreneurship yang bisa digarap.
Banyak masalah-masalah lingkungan hidup itu juga terkait erat dengan bidang-bidang sosial lainnya seperti kesehatan, pendidikan, pemberdayaan perempuan, ekonomi, kesejahteraan masyarakat, dan lain-lain, yang memang sejak kita merdeka sampai sekarang ini masih belum beres juga.
Seperti yang dikatakan salah seorang penerima lencana dari Flores, banyak sekali pekerjaan yang mesti dikerjakan !
4. Jangan hanya mengeluhkan keadaan, tapi berbuatlah sesuatu untuk merubah keadaan itu, dimulai dari diri sendiri ! Sebab — seperti tertulis dalam Al Qur’an surah Ar-Ra’d ayat 11 — Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, kecuali kaum itu sendiri yang berusaha untuk mengubahnya.
Beratnya masalah-masalah lingkungan yang mesti diatasi oleh para penerima lencana itu sungguh mencengangkan saya, tapi mereka semua begitu tangguh, ulet dan tahan banting menghadapinya.
Mereka tidak duduk diam menunggu bantuan orang lain, tidak berkeluh-kesah, tidak omong panjang lebar sana-sini mengkritik pihak lain, tidak berdebat tarik urat leher di layar tipi, tidak unjuk rasa dan bertindak anarkis yang merugikan orang lain, tapi langsung turun tangan, bergerak, bekerja sama dengan orang lain untuk memecahkan masalahnya dan mengubah keadaan.
5. Meski tidak semua penerima lencana itu beragama Islam, tapi mereka semua sudah menunjukkan bagaimana seharusnya seorang muslim itu : menjadi rahmat bagi seluruh alam (rahmatan lil alamin), dengan menjaga kelestarian alam dan lingkungan, juga menyayangi makhluk-makhluk Allah : tumbuhan, hewan dan sesama manusia.
Sangat luar biasa dan inspirasional ! Alhamdulillah !
Ada imel menarik dari seorang teman pagi ini, tentang rental space/room yang ada di Jepang. Kata teman saya itu : simple but ….. leutik pisan…. (simpel tapi ….. kecil banget….).



Memang betul, kalau melihat foto-fotonya, ukuran ‘rumah’ ini kecil sekali. Mungkin hanya cukup untuk ditinggali oleh satu orang saja.
Tapi ini bisa menjadi salah satu solusi yang bagus buat memenuhi kebutuhan orang akan tempat tinggal yang harganya lebih terjangkau. Dan di kota metropolitan yang padat penduduk seperti Jakarta misalnya, ini juga bisa menjadi solusi yang layak untuk mereka yang terpaksa harus tinggal di bantaran sungai, kolong jembatan/jalan tol, atau pinggiran rel keretapi.

Kalau dilihat dari fotonya, membangun tempat tinggal seperti ini kelihatannya cukup mudah dan ekonomis, tidak perlu biaya besar dan waktu yang lama, jadi bisa ditawarkan dengan harga yang lebih miring dibandingkan dengan rumah biasa.
Meskipun bentuknya simpel, tapi sangat esensial dan estetik, dan tentunya juga nyaman !

