Pesan bijak dari Engku M. Sjafei, pendiri perguruan INS Kayutanam di Sumatera Barat, yang pernah saya baca dalam sebuah artikel sepuluh tahun lalu, masih saya coba hidupkan sampai sekarang : “Janganlah meminta mangga kepada pohon rambutan, tapi jadikanlah setiap pohon berbuah manis“.
Pada umumnya orang memang suka membanding-bandingkan dirinya dengan orang lain, membanding-bandingkan seseorang dengan orang lain, atau membanding-bandingkan satu hal dengan hal yang lainnya. Padahal, nobody likes to be compared with others!
Mengapa? Sebab setiap orang itu unik, punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing yang membuat hidup ini jadi indah dan penuh warna. Begitu juga setiap hal lain yang ada di alam semesta ini. Orang barat bilang, kalau mau membanding-bandingkan, you must compare apple to apple, orange to orange. Itu baru namanya adil.
Alloh SWT menegaskan, sebaik-baik manusia adalah yang paling bertaqwa. Rasulullah SAW pernah berkata, tidak ada kelebihan antara orang Arab dengan yang bukan Arab kecuali taqwanya.
Saya masih ingat sewaktu masih sekolah dulu, anak yang dianggap pintar dan sukses adalah yang mendapat nilai paling tinggi dalam mata pelajaran eksakta. Sementara yang sebetulnya punya minat dan berbakat di bidang lain seperti kesenian dan olahraga, dianggap goblok karena nilai pelajaran eksaknya jeblok. Maka pernah ada satu masa dimana pelajaran kesenian dan olahraga hanya jadi pelajaran pelengkap saja, yang tidak ada nilai kreditnya dalam rapot. Padahal terbukti sekarang, kesenian dan olahraga ternyata juga penting, karena itu bisa membentuk banyak sisi manusiawi yang justru tidak tersentuh dalam pelajaran eksakta.
Kenapa sih kamu nakal sekali, tidak seperti si A anaknya ibu B? Kenapa sih suamiku tidak seperti ayahku? Kenapa sih istriku tidak seperti mantan pacarku? Kenapa sih kamu tidak pintar matematik seperti si C? Kenapa sih negaraku tidak maju seperti Singapura dan Malaysia?
Jangan minta mangga kepada pohon rambutan, tapi jadikanlah setiap pohon berbuah manis.