March 20, 2008...11:24 am

Maulid Nabi, Momentum Perbaikan Diri

Hari ini adalah hari libur nasional memperingati kelahiran Rasulullah Muhammad SAW (Maulid Nabi).

Meski setiap tahunnya ada acara khusus di berbagai tempat untuk memperingati kelahiran beliau, tetapi saya sendiri sudah lama sekali tidak mengikuti acara-acara seperti itu.

Terakhir kali saya mengikutinya sewaktu masih duduk di sekolah dasar dulu. Itupun karena memang para guru yang berinisiatif untuk mengadakannya.

Memang, berbeda dengan Idul Fitri dan Idul Adha yang selalu disambut meriah oleh seluruh umat Islam, tidak demikian halnya dengan Maulid Nabi.

Hanya sebagian saja yang mengadakan acara khusus untuk itu, selebihnya memilih berlibur, melepaskan diri sejenak dari rutinitas kesibukan sehari-hari.

Ada juga yang menganggap peringatan Maulid Nabi sebagai sesuatu yang mengada-ada, karena tidak dicontohkan baik oleh Rasulullah SAW maupun para sahabat dan beberapa generasi sesudahnya.

Terlepas dari kontroversi dan perbedaan pendapat yang ada, liburan Maulid Nabi ini sebenarnya salah satu kesempatan dan momentum yang baik untuk membaca dan mempelajari lagi sejarah hidup Rasulullah SAW guna mengenal lebih dekat pribadi beliau, menyerap berbagai macam hikmah dan pelajaran hidup yang berharga dari sosok manusia pilihan yang menjadi panutan dan teladan terbaik bagi umat Islam ini.

Aktivitas itulah yang bagi saya lebih tepat untuk dilakukan, karena pada hari-hari lain memang jarang melakukannya, kecuali mungkin di bulan Ramadhan saat semangat untuk menambah amal ibadah memang sedang tinggi.

Tujuannya tidak lain supaya bisa terus memperbaiki dan meningkatkan kualitas diri dengan mengikuti jejak contoh dan teladan yang ditinggalkan oleh Rasulullah SAW, yang bisa diketahui dengan membaca dan mempelajari sejarah hidupnya.