Acara “Biography” semalam menampilkan profil “The Google Boys” Larry Page dan Sergey Brin. Inilah untuk kedua kalinya saya jadi tahu cerita tentang Google setelah sebelumnya di acara lain juga pernah melihat bagaimana keren dan asyiknya kerja kantor di pusat Google yang disebut Googleplex.
Sekitar tahun 1996, pada umur 23 tahunan, Larry dan Sergey adalah mahasiswa kandidat doktor di Stanford. Sebagai mahasiswa teknik, yang jadi minat, motivasi, dan idealisme mereka bukan berbisnis, cari duit sebanyak-banyaknya dan jadi milyarder secepat mungkin, tapi menciptakan produk yang bermanfaat bagi umat manusia.
Yang mereka ciptakan adalah mekanisme, sistem, teknologi atau untuk gampangnya sebut saja software untuk melakukan pencarian di internet. Pada saat itu sudah banyak perusahaan search engine yang beroperasi di Amerika. Maka yang langsung terpikir oleh The Google Boys adalah menjual hasil ciptaan mereka itu ke perusahaan-perusahaan yang sudah ada seperti Yahoo!, Altavista, dan lainnya.
Apa yang terjadi? Tidak ada perusahaan yang berminat membeli ciptaan mereka! Semua perusahaan yang ada berpendapat bahwa teknologi search engine yang mereka miliki sudah memadai, dan tidak ada lagi yang bisa dilakukan dengan search engine dalam artian pemasukan dan keuntungan finansial.
Meski ditolak, Larry dan Sergey tetap yakin bahwa apa yang sudah mereka ciptakan itu jauh lebih baik dari teknologi yang sudah ada saat itu. Sebab ada perbedaan kemampuan yang sangat nyata dari produk mereka, yang membuatnya jauh lebih unggul dibandingkan miliki perusahaan-perusahaan search engine.
Dengan keyakinan itu, akhirnya keduanya memutuskan untuk memulai sendiri perusahaan mereka dengan memanfaatkan apa yang ada, termasuk mainan Lego yang digunakan sebagai tempat penyimpanan hardware yang digunakan dalam proses site indexing.
Dari awal yang sangat sederhana itu, tetapi dengan produk yang unggul, teamwork (karyawan awal sebanyak 10 orang) yang solid (Larry dan Sergey merekrut sendiri orang-orang yang punya kesamaan kultur kerja dengan mereka), dan kerja keras (hampir 24 jam setiap harinya), dalam waktu tiga tahun (tahun 2001) Google sudah menjadi perusahaan search engine yang paling banyak digunakan oleh pengguna internet.
Bukan hanya jadi perusahaan search engine paling populer, tapi juga paling menguntungkan, karena pada tahun itu juga sudah berhasil meraup keuntungan yang sangat besar, terutama berkat kejelian menggabungkan kemampuan search engine mereka dengan advertising, dalam inovasi yang disebut Adwords. Dari sinilah Google mendapatkan duitnya, sekaligus merevolusi cara perusahaan-perusahaan dalam menjual produknya.
Tidak berhenti sampai di situ, Google terus mengembangkan keunggulan search engine-nya baik dalam hal relevansi maupun kecepatan pencarian, mengembangkan layanan-layanan baru yang sangat inovatif dan bermanfaat seperti GoogleMaps dan pencarian dengan bahasa lokal.
Dalam waktu enam tahun (tahun 2004) jumlah karyawan Google berkembang menjadi sekitar seratus ribu orang, dengan ribuan perusahaan pemasang iklan, kompleks Googleplex yang sangat keren dan kondusif untuk bekerja dan bermain, dan sudah listing di bursa Nasdaq dengan nilai perusahaan 23 milyar dollar. Larry dan Sergey menjadi triliuner dengan kekayaan masing-masing sekitar 4 milyar dollar, namun tetap tampil sederhana dengan idealismenya semula : “You can make money without doing evil”.
Inilah pelajaran sukses dan kaya lewat bisnis dari The Google Boys!
Baca juga :
- Company profile Google