July 13, 2008...7:43 am

Belajar dari Pak Darwis

Pengantar : tulisan ini dibuat hari Selasa dan Rabu (08-09/07) lalu, sewaktu saya mengikuti sesi foto yang dilakukan di studio Darwis Triadi, Kemang.

===

Alhamdulillah hari ini pemotretan craft berjalan lancar. Kali ini craftnya juga bagus-bagus, seperti tahun sebelumnya. Pak Darwis memang yang terbaik untuk menangani pekerjaan dari klien yang satu ini, sebab hasil fotonya juga bagus. Saya terkesan melihat hasil pekerjaannya itu. Dengan memainkan lighting, angle dan settingan kamera bisa dihasilkan beragam foto sungguh apik, dalam waktu kerja yang relatif singkat.

Kesempatan kali ini saya bisa ngobrol2 lebih banyak bareng pak Darwis tentang bermacam hal. Antara lain soal spirit, semangat dan kemauan alias tekad kuat dalam mewujudkan cita2, impian, ide, gagasan.

Bukan soal uang semata2 yang membuat satu cita2 bisa diraih, impian bisa diwujudkan, tapi yang lebih penting pada awalnya adalah spirit, semangat dan kemauan yang kuat. Itulah yang dilakukannya saat mulai membuka sekolah fotografi beberapa tahun lalu. 

Terus terang, ujarnya, saya tidak punya uang untuk membuat yang seperti itu. Tapi karena ada semangat, ada kemauan kuat, akhirnya ada jalan. Muncul teman-teman yang bersedia membantu, bukan cuma uang tapi juga hal lainnya. 

Juga harus punya rasa percaya diri, katanya. Tapi yang jelas bukan overconfidence, tambahnya lagi. Percaya diri berarti percaya pada Tuhan, karena dalam diri setiap orang ada bekal kemampuan yang sudah diturunkan oleh-Nya, dan dengan kemampuan itu apa yang dicita-citakan bisa diraih, meski harus bertemu dengan tantangan, kendala, hambatan dan kesulitan.

Ketika mengalami hal yang tidak mengenakkan beberapa tahun lalu, praktis saya harus memulai lagi dari nol, katanya. Tapi hal itu bisa dilewati dengan kemauan dan rasa percaya diri yang kuat.

Menarik mendengarkan penuturannya soal pendekatannya dalam mengajar fotografi di sekolah miliknya. Baginya, fotografi itu sesuatu yang menyenangkan, bukan sesuatu yang sulit, rumit dan hanya untuk segelintir orang saja.

Inilah yang jadi prinsipnya dalam mengajar. Fotografi harus diajarkan dengan cara-cara yang bisa membangkitkan rasa senang, enjoy, pada diri mereka yang ingin dan sedang mempelajarinya.

Tentang sulit dan rumit ini, katanya, memang kembali pada karakter masing-masing fotografer. Ada yang memang senang menggunakan pendekatan2 yang sulit dan rumit karena mungkin menurut dia dengan begitu karya yang dihasilkan juga akan kelihatan sophisticated, hebat, luar biasa. Tapi kenyataannya, dengan pendekatan yang simpel2 aja pun bisa dihasilkan karya foto yang bagus dan hebat.

Disinggung juga soal pentingnya tetap aktif berkarya bagi para pekerja/profesional kreatif. Baginya, tidak ada kata pensiun bagi pekerja kreatif, sebab begitu kita berhenti berkarya, berpikir, berimajinasi, menggunakan kreativitas, maka akibatnya cenderung negatif. Dalam waktu yang tidak terlalu lama biasanya kemampuan kita akan menurun bahkan kehilangan semangat dan gairah hidup, dan akhirnya…pulang.

Ketika saya tanya dari kalangan mana saja mereka2 yang jadi muridnya, jawabnya dari berbagai kalangan. Pelajar ada, pensiunan ada, bahkan ibu-ibu pun ada. Dan tidak harus punya bakat khusus, sebab semua tekniknya, trik-triknya, rahasianya bisa dipelajari.

Makin senang memotret, pasti bakal makin sering juga berlatih, belajar, bertanya, mencari tahu. Dengan begitu kemampuannya juga akan makin baik, makin meningkat.

Inilah beberapa pelajaran berharga yang saya dapatkan hari ini dari pak Darwis…pelajaran2 yang bermanfaat untuk siapa saja yang ingin meraih keberhasilan.

Baca juga :
-  
Profil Darwis Triadi